Kamis, 09 Juni 2011

reportase ke-7

Memahami penciptaan produk

Dalam perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan Pak Amril, S.E, M.Pd menjelaskan tentang penciptaan produkk dan pembuatan produk. Dalam Marketing mix produk terbagi menjadicostumer product dan industiral product, costumer product yakni convinience, shopping, dan speciallity. convinience ini dilihat dari kepercayaan diri seseorang untuk membeli produk tersebut karena produk tersebut dianggap telah terjamin. dalam pembuatan produk kita harus melihat product attribute yakni kualitas, daya tahan, kehandalan ,harga ,mudah untuk di perbaiki, menjadi salah satu pertimbangan dalam menciptakan produk. brand juga temasukhal yang harus dipertimbangkan dalam menciptakan produk. penamaan produk, tanda dan simbol menjadi pertimbangan besar untuk menciptakan produk

Senin, 06 Juni 2011

reportase perkuliahan ke-12

KUALITAS JASA PENDIDIKAN
Perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan, Pak Amril, S.E., M.Pd menjelaskan tentang suatu produk atau jasa. Kualitas suatu produk bisa dilihat dari jumlahnya yang sedikit atau bahkan bisa dibilang satu-satunya. Misalnya merek sepatu mengeluarkan model sepatu terbaru dengan mempromosikan bahwa produk itu limited edition yang jumlahnya hanya sedikit, maka orang-orang yang suka terhadap sepatu tersebut menganggap bahwa sepatu tersebut memiliki kualitas karena kelangkaan modelnya. Selanjutnya kualitas juga dapat dilihat kulitas yang mengacu pada standar relative, costumer statisfaction yang mengubah kualitas sesuai dengan keinginan pelanggan dan costumer behavior.
Suatu produk dianalisa dengan menggambarkan tulang ikan dan pada setiap sisi tulang tersebut penjelasan kualitas suatu barang sebagai contoh daya tahan barang, harga, sumber daya manusianya,kemasan, lokasi, promosi dan lain-lain dapat menjadi factor penentu suatu kulitas prodak atau jasa. Pak Amril Muhammad, S.E., M.Pd juga memberikan contoh kualitas dalam sekolah dilihat dari kurikulum, sarana dan prasarana, sumber daya manusianya, perbedaan nilai, layanan program dan sebagainya.

Rabu, 18 Mei 2011

reportase perkuliahan ke-9


 DISTRIBUTION, FRANCHAISE,MLM
Suatu produk atau jasa harus ditempatkan pada tempat yang tepat, dalam mix marketing place (distribution) dibagi menjadi enam yakni langsung, intermediatery ,hybrid, multi level marketing, e-commerence, dan tetemarketing. Dalam distribusi langsung ini produk ditaru di toko atau otlet yang yang dimiliki oleh produsen contohnya : produk sepatu Nike yang mempunyai outlate sendiri menjual produknya di outlet atau toko Nike sendiri dan hal ini menambah keyakinan konsumen jika membeli produk Nike di toko nya langsung memugkinkan produk tersebut original. Sedangkan untuk intermedaitery produk tersebar di agen-agen, supermarket, dan toko milik orang, misalnya saja semua barang yang dijual di agen atau supermarket tanpa memiliki toko sendiri dan menggunakan system bagi hasil. Yang ketiga adalah distribusi hybrid distribusi produk ini melalui dau tahapan yakni toko atau agen orang lain dan outlet milik sendiri misalnya saja produk handphone nokia yang memiliki outlet resmi penjualan nokia, selain menjual di outlet resmi nokia juga mejual ke toko-toko di luar outlet resmi nokia. Selanjutnya multi level marketing yang menggunakan system naik pangkat apabila telah merekrut banyak member contoh MLM adalah Oriflame, Tiensi dan lain-lain. Kelima pendistribusian produk melalui e-commerence melalui media online seperti kaskus.com, toko bagus.com dan masih banyak lagi, akhir-akhir ini marak sekali transaksi memlalui media online seperti ini walaupun ada beberapa yang kecewa seperti barang yang tidak sesuai atau pendistribusian yang tidak sampai. Terakhir adalah telemarketing yang digunakan untuk pendistirbusian pulsa melalui agen pulsa, kartu kredit yang dilakukan melalui telepon dan asuransi. Dari keenam pendisribusian/penempatan hal yang terpenting adalah barang yang diinginkan konsumen sampai ke tangan konsumen.
            Selanjutnya Pak Amril, M.Pd menjelaskan alasan dalam memilih saluran distribusi yaitu : efisiensi biaya maksudnya dengan adanya pendisrtibusian semua produk yang dibuat tidak perlu membuat toko sendiri, pendistribusian membuat produsen fokus dengan produksi produk atau jasa tanpa memikirkan proses pendistirbusian. Alasan selajutnya adalah mempertimbangkan kualitas misalnya motor Honda yang mendistribusikan pada agen Astra menyediakan montir ahli untuk memperbaiki service motor tersebut. Selanjutnya alasan tentang sumber daya manusia apabila produsen memilih memiliki toko sendiri maka sumber daya manusia yang dibutuhkan juga semakin banyak. Alasan terakhir adalah pergudangan, produk suatu perusahaan lebih baik cepat didistribuskan dibandingkan dengan disimpan digudang. Prinsip dari distribusi ini bagaimana cara mendekati pelanggan.

Reprotase perkuliahan ke-6

Pricing and promotion
Perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan yang diadakan pada hari rabu tanggal 11 mei 2011, pak amril M.Pd selaku dosen kelas manajemen pendidikan non regular 2009 menjelaskan kelanjutan dari materi perkuliahan mix marketing yang terdiri dari product, price, promotion abd place. Kali ini pak Amril  menjelaskan tentang price dan promotion karena sebelumnya beliau telah menjelaskan product.
“Pricing  adalah sejumlah nilai yang digunakan untuk memperoleh manfaat dari pemilikan dan penggunaan jasa. Pricing decision dibagi menjadi internal factor and external factor “, ucap Pak Amrli dalam perkuliahan tersebut. Selanjutnya mengenai beragai macam factor internal disebtukan oleh Pak Amril , M.Pd yang pertama adalah cost/harga, harga ditentukan oleh biaya baku yang ditambah dengan tenaga kerja dtambah dengan OH dan ditambah dengan laba. Selanjutnya factor yang kedua adalah marketing mix strategy yang berari barang sama dijula ditempat yang berbeda akan menghasilkan harga yan berbeda juga. Factor internal yang ketiga marketing ocjective.
Faktor yang kekempat adalah organization consideration yang berarti pertimbangan-pertimbangan suatu organisasi yang terkaitdengan sumber daya manusia, produk dan covernya. Factor internal adalah faktor-faktor yang ada didalam perusahaan atau organisasi,misalnya saja suatu sekolah yang merancang RAPBS .
Selain factor internal dibahas juga mengenai factor eksternalnya dalam pemasaran. Pertama factor pure competition maksudnya kompetisi pemasaran ini pure bersaing dengan competitor prodak atau jasa lain dalam menentukan harga. Factor kedua adalah monopoli maksud dari factor ini perusahaan tersebut menguasai price dan promotion produk itu sendiri contoh PLN hanya stu-satunya produsen listrik di Indonesia sehingga PLN dengan mudah menaikan dan menurunkan harga tanpa memikirkan persaingan dengan yang lain. Ketiga adalah ologarki penjelasan dari factor ini adalah sekelompok perusahaan yang menentukan harga produk atau jasanya. Dalam menentukan harga perusahan atau produsen melihat hukum permintaan yakni makin banyak permintaan maka makin tinggi pula harga produk, dan sebaliknya. Diluar factor eksternal juga terdapat other external factor yang mempengaruhi pricing yakni factor politik, social, hukum, ekonomi, dan geogarfi.

Minggu, 24 April 2011

Memahami Positioning Product Jasa Pendidikan


Dalam perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan tepatnya hari rabu tanggal 20 April 2011, Pak Amri M.Pd selaku dosen mata kuliah tersebut menjelaskan bab Memahami Positioning Product Jasa Pendidikan, berikut ini adalah reportase perkuliahan tersebut.
Positioning adalah bagaimana kita meletakan dan menentukan produk yang akan kita jual tepat pada sasaran. Misalnya saja suatu produk yang digunakan untuk orang orang kaya harus berada dan dipasarkan  ditempat yang elit seperti pusat perbelanjaan kelas atas, bukan tempat menegah kelas kebawah dan lingkungan perdagangan atau bisnis.Positionig masih berkaitan dengan segmentasi, beberapa hal yang diperhatikan dalam positioning yang pertama adalah competitive advantage, intentive competitive advantage. Competitive advantage terdiri dari product, service, personal, dan image. Sedangkan communicating dan delivering merupakan proses menyampaikan barang. Faktor yang dipertimbangkan dalam positioning yakni  barang itu sendiri dan service.
Selanjutnya dosen Amril Muhammad,SE.,M.Pd , melanjutkan pembahasan tentang positioning terkait dengan marketing mix. Marketing mix terdiri dari komponen product, price, place, promation.
Product dibagi lagi menjadi costumer produk dan industrial produk. Pertama PakAmril, M.Pd akan menjelaskan tentang costumer produk , costumer produk dibagi lagi menjadi convenience, shopping dan specallity. Menurut beliau convenience yang dimaksud dalam costumer produk adalah Consumer produk ialah suatu barang yang sudah dinikmati sendiri. Contohnya jika kita membeli baju, dan untuk dikenakkan sendiri. Consumer produk terbagi 4 yaitu : Convenience yaitu barang yang dibeli secara terus menerus. misalnya jika kita lapar, maka kita membeli makanan dan dilakukan secara berulang kali, shopping product ialah pemilihan secara selektif, specialty product ialah adanya suatu barang hanya di waktu tertentu. Misalnya benda-benda yang ada di laut, unsought ialah membeli barang karena factor ikut – ikutan karena adanya suatu trend dan adanya suatu trik agar orang membeli ( diskon ).
Production attribute adalah kualitas, daya tahan, kehandalan, precious, easy to operate, fiturnya, desin produknya dan tempat untuk perbaikanya mudah. Brand yaitu istilah suatu produk, tanda (sign), dan symbol suatu barang. Packaging ( kemasan ). Berikutnya labeling yang hampir sama dengan brand. Contohnya jika kita membeli minum air putih, pasti ingatnya merek aqua padahal merek yang ada vit. Contoh kedua yaitu kita menyebutkan busway, padahal nama sebenarnya seharusnya transjakarta. Product Support Service, contohnya adalah hp merek nokia yang diketahui tempat service nya mudah dicangkau dimana-mana dan kelengkapan property seperti chasing, headsheet dan lain-lain terdapat dimana-mana.
Place
Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.
Promotion:
merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk dan jasa. Menurut Philip Kotler promotion tools didefinisikan sebagai berikut :
1. Advertising (Periklanan)
Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya non personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui.
2. Personal selling (Penjualan perorangan)
Penjualan perorangan yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus.
3. Sales promotion (Promosi penjualan)
Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan.
4. Public relation (Publisitas)
Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi..

Kamis, 14 April 2011

Revisi Segmentasi Usaha


Revisi Segmentasi Pasar
Nama    : Feby Sukma Avianti
Kelas     : MP non reg 09
Jenis Usaha :
Membuka usaha dibidang harus memiliki trik khusus, karena jasa merupakan sesuatu yang abstrak dan tidak dapat disimpan dan kualitas jasa ditentukan dari interaksi konsumen dan produsen. Dalam membuka usaha jasa di bidang pendidikan, saya memilih membuka usaha sekolah kursus music, mengapa saya memilih usaha itu ?, alasannya karena saya melihat di acara televisi banyak sekali anak-anak kecil hingga remaja yang berminat bermain music dan menjadi pemusik yang terkenal. Apalagi zaman sekarang banyak sekali event yang menampilkan performance music yang menarik perhatian masyarakat. Saya juga melihat banyak orang yang suka music dan serius mengeluti bidang music. Saat ini banyak orang tua yang igin anaknya berkembang bukan hanya dibidang pelajaran tetapi juga dibidang seni seperti misalnya memainkan alat music.
Sekolah kursus music yang ingin saya dirikan terdiri dari kursus alat music diantaranya piano, keyboard, gitar, drum, bass, melody, biola dan saxophone, selain itu kursus binavokalia atau biasa disebut les bernyanyi.  Kelas kursus alat music di golongkan menjadi regular dan private. Regular terdiri dari lebih dari 5 siswa dan kurang dari 15 siswa yang ingin belajar alat music, dan setiap 4 bulan sekali ada pengujian melalui prektek memaikan alat music di muka umum dan apabila sudah lulus maka akan naik ke level berikutnya. Adapun kelas private terdiri kurang dari 4 siswa dengan kurikulum yang berbeda dan harganya sedikit lebih mahal, karena cara pebelajarannya yang intensif.
Selanjutnya saya akan mejelaskan tentang segmentasi usaha yang akan saya buka :
1.       Faktor Geografis
v  Nation ( Bangsa )
Dilihat dari perkembangannya membuka sekolah music hanya untuk didalam negeri saja terlebih dahulu, karena dinegara lain sekolah music sudah lebih maju dibandingkan di Indonesia.
v  City (kota)
Letak sekolah music ini tentunya berada diperumahan yang terletak di pusat kota, karena minat anak kota terhadap music dan belajar alat music modern jauh lebih tinggi dibandingkan anak desa yang cendrung menyukai alat music tradisional. Tepatnya dipusat kota yaitu dikawasan perumahan elit anak-anaknya cendrung tertarik dalam mengikuti berbagai kursus.

2.       Faktor Demografis
v  Usia
Peserta didik disekolah music ini berusia mulai dari 5 tahun dan sekurang-kurangnya 30 tahun, Alasan untuk umur 5 tahun, karena diumur 5 sampai dengan 12 tahun otak anak sedang berkembang sehingga lebih mudah dalam belajar memainkan alat music, dan untuk batas umur 30 tahun karena otak orang tua akan lebih sulit menerima notasi nada sehingga dalam belajar memainkan alat music orang tua jelas lebih sulit dibandingkan anak-anak .
v  Gender
Dalam hal gender sekolah music in tidak ditentukan, jadi baik pria dan wanita dapat mengikuti kursus music ini.
v  Pendapatan
Kursus music ini untuk kalangan menegah dan kalangan atas yang memiliki gaji lumayan besar, karena orang tua yang berada dikalangan menegah dan atas akan memotivasi anaknya untuk memiliki bakat lain selain dibidang pelajaran.
v  Target Positioning
Anak-anak dan remaja dari sekolah negeri maupun swasta yang menengah atas.

3.       Faktor  Pshycografis
v  Personality
Dilihat dari factor personality, tentunya peserta didik mengingikan fasilitas lengkap dan nyaman . kursus music ini  setiap studio akan dilengkapi kedap suara dan pendingin ruangan, selain itu ada ruang tunggu dan kantin untuk orang tua yang menunggu anaknya yang sedang kursus music.
v  Lifestyle
Kursus music ini menyediakan berbagai alat music sesuai dengan gaya hidup seseorang dan passion seseorang untuk terjun belajar bermain musik. Ada  orang yang suka dengan music rock, ada yang suka dengan lagu santai seperti pop dan jazz.
4.       Behaviour
v  Perilaku
Saat ini orang tua tidak hanya melihat kreatifitas dan kepandaian seorang anak tidak hanya dari pelajaran sekolah, tetapi juga dari kreatifitas dan kepandaian dibidang seni, oleh karena itu sekolah music sudah banyak peminatnya.
v  Loyalits terhadap masyarakat
Kursus music ihttp://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7650869151122323644ni akan menjanjikan peserta didik percaya diri tampil diatas panggung dan menjanjikan peserta didik dapat mengikut berbagai lomba memainkan alat music. Sehingga orang tua anak didik tersebuat akan bangga dengan kreatifitas yang dimiliki anaknya.

Selasa, 29 Maret 2011

Reportase Perkuliahan ke-4


SEGMENTASI DAN TARGETING
Dunia usaha selalu terkait dengan yang namanya pasar, mengapa demikian tentu karena semua usaha apapun jenisnya perlu adanya pemasaran (marketing) agar produknya dapat diminati banyak orang. Dalam mendalami ilmu marketing, kita juga perlu mengetahu seluk beluk pemasaran, pasar dan segmen pemasaran prodak. Semua orang tentu mengetahui pasar yang merupakan tempat bertemunya pembeli potensial dengan penyedia layanan/prodak . Perlu kita ketahui bahwa ada 3 hal penting yang terkait dengan pasar yang pertama penjualan secara besar (mass marketing) yang bias kita lihat contohnya pada produk coca-cola, ciri-ciri mass marketing biasanya dipasarkan dengan harga yang relative murah. Selanjutnya variety marketing atau pemasaran yang bervariasi, suatu usaha baik jasa maupun produk selalu memeberikan variasi-variasi agar konsumen dapat memilih apa yang mereka inginkan . Contohnya saja Universitas yang memberikan layanan kelas regular jug menyediakan pilihan lain berupa kelas non regular, ada juga contoh lain seperti sekolah yang meyediakan kelas regular, exel, ada juga kelas bilingual. Terakhir target marketing , disinilah kita dapat mengetahui segmen pasar. Apa itu segmen pasar ? seorang usahawan ataupun marketer haruslah mengetahui segmen pasar untuk setiap usaha yang mereka bangun . Segmen pasar adalah dilihat dari kebutuhan, karakteristiknya, perilaku konsumen . Selanjutnya Pak Amril, M.Pd selaku dosen manajemen pemasaram jasa pendidikan menjelaskan “ Dalam segmen pasar  pertama yang harus menjadi dasar penidentifikasian adalah geogarfis, demografis, psycografis dan behavior. Yang kedua profil segmen dikembangkan, contohnya apabila seorang ingin membangun sekolah TK harus diketahui dulu segmennya apakah lingkungan TK tersebut orang kaya atau orang sederhana, apabila orang kaya maka dibuat TK yang bertaraf intrenasional terdapat subjek belajar bahasa inggris,seperti sekolah Al-Azhar” , ucap Pak Amril, M.Pd dalam perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan. Segmen geografis terbagi menjadi nation dalam hal ini kita harus melihat kita menjual prodak didalam local atau luar negeri.  Selanjutnya state, hal ini terkait dengan peraturan suatu Negara, berikutnya region segmen ini perlu diperhatikan karena setiap wilayah berbeda-beda dan terakhir city terbukti dengan berjualan di kotalebih mudah dari pada di desa terkait daya beli masyarakatnya. Berikutnya segmen demografis dilihat dari usia, contohnya membuat sekolah harus tahu dari tingkat usia, yang kedua dari segmen demografis gender, ukuran keluarga dan target positioning yang terkait dengan pendapatan .
 Ketiga adalah faktor Psycografis, membagi segmentasi menjadi :sosial, berdasarkan level atau kelas sosial dalam masyarakat, gaya hidup atau life style , berdasarkan sederhana selera atau glamournya selera masyarakat, personality atau individu.
Terakhir dalah faktor behaviour atau perilaku, membagi segmentasi menjadi m anfaat, status penggunaan, sering tidaknya digunakan, loyalitas, kesiapan konsumen,sikap terhadap produk, tipe positif dan negative, relationship buyers, transaction buyer .
Feby Sukma Avianti
MP Non reg 09
1445096072

Senin, 21 Maret 2011

REPORTASE perkuliahan ke-3

Analisa Lingkungan Organisasi Pendidikan
Dalam dunia pemasaran, penganalisisan lingkungan organisasi dibutuhkan dalam pemasaran organisasi termasuk dalam organisasi pendidikan .Apa yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran ? Lingkungan Pemasaran merupakan pelaku dan kekuatan diluar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran, untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan bisa terjadi secara lancar. Lingkungan pemasaran yang dibagi menjadi dua yaitu lingkungan internal dan eksternal menjadi sasaran analisa lingkungan pemasaran. Dalam lingkungan internal terdapat faktor manusia, maksud faktor manusia disini yakni seseorang dalam lingkungan organisasi haruslah memiliki kompetensi, yakni orang yang mampu melakukan kegiatan dan tanggung jawab pada pekerjaan tersebut. Selain kompetensi yang terkait dalam factor manusia adalagi penempatan (placement) , misalkan saja guru yang memiliki kompetensi mengajar ditempatkan di bidang administrasi yang tak sesuai dengan minatnya, hal ini dapat menyebabkan kinerja guru tersebut tidak maksimal oleh karena itu penempatan sangatlah penting. Hal lain yang berkaitan dengan factor manusia adalah promosi, semua pegawai pasti mengingikan adanya kenaikan jabatan maka promosi tentu mempengaruhi lingkungan internal dalam pemasaran. Setelah factor manusia ada juga faktor kebijakan dalam organisasi menggambarkan visi,misi yang akan dicapai,aturan-aturan yang digunakan, visi dan misa untuk menggambarkan arahnya suatu organisasi tersebut. Kebijakan tampak dengantarget yang akan dicapai .contohnya sekolah yang ingin memiliki siswa yang banyak harus menyediakan ruang kelas yang banyak juga agar siswa dapat tertampung. Faktor lain dari pada itu adalah kepemimpinan berbagai jenis pemimpin misalnya pemimpin otoriter yang kebijakannya harus dipatuhi ,kepemimpinan yang moderat berarti sama dengan demokrtais ada juga pemimpin yang lepas tangan dan ada pula yang task oriented yaitu yang berorientasi pada tugas. Seorang pemipin perlu adanya monitoring dan evaluasi dalam rangka mengetahui apakah segala sesuatu yang direncanakan berjalan dengan lancar. Faktor internal yang mempengarui yaitu reward system dengan maksud seseorang penting mendapatkan penghargaan, penghargaan dapat berupa material (gaji,tunjangan )dan non material (pujian) . Selanjutnya ada culture ayitu nilai value biasa digambarkan memalui identitas. Selanjutnya mengenai faktor lingkungan eksternal, ada beberapa faktor yang pertama ada demogarfi yang terkait kepadatan penduduk,lokasi dan tempat tinggal, usia, gender, ras, occupation (pekerjaan).Faktor kedua lingukngan ekonomi dimaksud disini adalah daya beli, faktor ketiga adalah natural environment (lingkungan alam) setiap bencana yang terjadi didunia pasti akan mempengarugi lingkungan pemasaran. Selanjutnya lingkungan politik dan lingkungan budaya juga ikut mempengaruhi pemasaran suatu produk.

Selasa, 08 Maret 2011

Reportase perkuliahan ke-2

Memahami karakteristik,klasifikasi konsep dasar jasa

Dalam memahami manajemen pemasaran dan jasa pendidikan diperlukan pemahaman terhadap jasa. Pengertian jasa adalah suatu aktifitas atau serangakian aktifitas (kegiatan) diamana terjadi interaksi dengan manusia maupun mesin dan disediakan untuk memusakan pelanggan.
Contoh :
• Sebuah bengekel menyediakan layanan tune up atau cuci steam dan perbaikan mesin lainnya
• Bank menyediakan ATM di banyak tempat untuk mepermudah nasabah mengambil uang dimanapun berada, bahkan kini ada ATM drive thru yang disediakan Bank Mandiri didaerah Pondok Indah
• E-tol card untuk pelayanan cepat didalam jalan tol sehingga orang tidak perlu lagi membayar dengan uang tunai apabila mempergunakan e-Tol card.
Produsen jasa menghasilkan berbagai service dengan maksud untuk memuaskan pelanggan dan membuat segalanya menjadi efektif dan efisien. Selain daripada itu ada beberapa hal yang harus di pikirkan dalam memasarkan jasa :
1. Kemasan ,karena kemasan menunjukan identitas barang yang dijual
Dahulu es krim walls menunjukan dalam kemasanya bahwa wall di produksi dari pihak Unilever,maka terjadi ketidak lakuan pada produk tersebut sehingga kini Wall hanya mengiklan kan bahwa produknya berasal dari produksi PT Walls.
2. Produsen jasa harus pintar dalam memilih segmen
Segmen apa yang
3. Karena sifat jasa yang abstrak maka harus ada penambahan fitur
KCF yang dulu hanya menyediakan paket untuk anak-anak kini telah menginovasi pelayanannya kini makanan yang tersedia di KFC dapat dinikmati remaja dan orang dewasa, bahkan ditambah dengan menu deser seperti es krim, pudding dan waffle.
4. Pemasaran dari segi orang yang terdahulu atau yang sudah dikenal dalam organisasi tersebut
Universitas yang memiliki lulusan yang ternama dan menjadi contoh masyarakat seperti mentri serta mampu memasarkan hasil karyanya seperti buku,dapat menarik minat seseorang untuk masuk ke Universitas tersebut. Contohnya seperti paramadina yang menjadi maju karena adanya tokoh seperti nurcholis majid
5. Menggunakan brand ambassador
Produk Lux yang memasarkan bahwa produknya itu membuat kulit cantik dan bersih tentu akan memilih icon produknya artis yang cantik. Dalam mencari icon atau brand ambassador prodak tersebut haruslah memiliki criteria khusus misalnya cantik dan berperstasi, juga memliliki nama baik. Maka apabila artis brand ambassador tersebut tidak dapat menjaga sikapnya dengan baik akan segera diganti dengan artis yang lain.
6. Penempatan Lokasi
Penempatan merupakan hal yang tidak bias diabaikan,misanya suatu sekolah atau universitas yang masjidnya ditempatkan untuk area umum, maka akan banyak orang mengenal sekolah atau universitas tersebut missal sekolah Al-Azhar yang mesjidnya di lokasikan untuk umum menarik minat orang mengetahui tempat tersebut.
Inti dari pelayanan jasa adalah kepuasaan konsumen. Kepuasan pelanggan berbeda-beda, tidak semua orang senang dengan pelayanaan yang praktis karena tergantung kebutuhan orang tersebut ,contohnya pada penggunaan e-tol card tidak semua orang memakai kartu tersebut,karena penggunaan tersebut harus mendepositokan uang dahulu baru bisa dipakai .
Dengan demikian dapat disebutkan bahwa karakteristik Jasa :
1. Intangible (abstrak)
2. Dibeli baru diproduksi
3. Tidak dapat disimpan
4. Kualitas ditentukan dari interaksi produsen dan konsumen
Faktor Kunci Jasa :
o Renewing service
Memperbaharui jasa yang ditawarkan, misalnya bank yang dahulu hanya tempat menabubg uang kini telah berinovasi menghadirkan berbagai layanan menabung yang mempermudah nasabah contoh: tabungan haji, tabungan anak-anak,deposito,reksadana,saham,obligasi.
o Localizing Service Point
Menentukan tempat lokasi yang tepat untuk mempromosikan produsen jasa. Misal restaurant Abuba steak yang dahulu hanya membuka restaurant di Fatmawati,kini telah membuka cabang ditempat lain seperti di Jalan Sabang ,di Gading Serpong dan sebagainya.
o Leverage Contrac
Perlu ada kesepakatan diawal ,misalnya seorang yang ingin masuk disuatu universitas dan mengambil jurusan tertentu maka harus tau mata kuliag apa yang diambil dan tentunya harus membayar di awal perkuliah baru mengikuti proses pembelajaran.
o The Promosion illustration
Memasarkan suatu produk dengan bentuk seperti koran ,misalnya Careefour, Alfamart, dan Indomart.
o Strategic Value
Dapat meyakini orang-orang agar berkata “ya” untuk produk tersebut.
Agar suatu tempat usaha jasa dikatakan strategi :
1. Mengetahui tentang segmen pasar
2. Pemintaan
3. Persaingan
4. Cepat dalam melakukan tindakan

Feby Sukma Avianti
Manajemen Pendidikan Non regular 09

Sabtu, 26 Februari 2011

reportase perkuliahan ke-1

KONSEP DASAR MANAJEMEN PEMASARAN

Manajemen pemasaran bukan hanya ada pada dunia bisnis dan ekonomi.Pendidikan merupakan jasa yang harus dipasarkan dan dipromosikan kepada masyarakat umum. Inti dari pemasaran adalah komunikasi, suatu lembaga pendidikan yang dikomunikasikan secara baik akan menarik minat para orang tua peserta didik sehingga seorang peserta didik akan diikutsertakan dalam lembaga pendidikan tersebut.
Pemasaran berasal dari kata pasar yang berarti tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi. Pemasaran. atau marketing adalah proses social dan manajerial yang dilakukan individu atau kelompok untuk menemukan apa yang dia impikan dan inginkan melalui pertukaran produk. Pasar dapat terjadi apabila seorang pembeli membutuhkan barang atau jasa,sehingga seorang penjual menyedikan barang atau jasa agar kebutuhan dan keinginanya dapat terpenuhi. Apabila kebutuhan dan keinginan sudah terpenuhi, maka tercapailah tingkat kepuasan pembeli. Bedanya kebutuhan dan keinginan yaitu kebutuhan merupakan hal mendasar atau dasar diri sedangkan keinginan adalah pilihan yang dipengaruhi faktor budaya, modern dan sebagainya. Keinginan biasanya muncul setelah kebutuhan. Misalkan seorang yang lapar dan ingin makan maka akan memutuskan untuk membeli makanan tapi mereka tentu memiliki pilihan dalam memilih makanan, ada yang memilih nasi padang dan ada yang memilih steak atau makanan restaurant lainnya. Keinginan dan kebutuhan berhubungan dengan permintaan dan penawaran sesuai dengan hukum ceteris paribus, “Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya”.Semua itu dapat terjadi dengan adanya produk atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan orang-orang. Dengan demikian segala sesuatu yang terdapat di pasar, dapat dilihat, dapat digunakan, dan dapat membuat orang puas dapat disebut produk. Definisi lain tentang produk merupakan apapun yang ditawarkan ke pasar,diperhatikan dan dikonsumsi untuk memuasakan. Sedangkan jasa adalah suatu layanan atau servis yang diberikan kepada konsumen, berupa abstrak yang tidak bisa dilihat, dan menggunakan kualitas interaksi antara dua pihak, serta diharapkan adanya kepuasan dari pelanggan setelah pelanggan menggunakan jasa tersebut. Produk dan jasa merupakan benda yang dijual, dipromosikan dan dipasarkan agar dapat menarik minat pembeli.
Jasa memiliki 4 ciri-ciri diantaranya sebagai berikut :

  1. Abstak (intangible)
  2. Terlebih dahulu dibeli baru diproduksi
  3. tidak bisa disimpan
  4. Kualitas jasa ditentukan oleh interaksi antara konsumen dan produsen
Dalam hal ini manajemen pemasaran yang mempromosikan suatu produk atau jasa yang terkait dengan adanya transaksi. Transaksi merupakan kegiatan perdagangan diantara dua pihak yang melibatkan minimal dua hal yaitu value (nilai) dan agree (persetujuan). Selain itu waktu dan tempat juga diperlukan untuk kesepakatan yang ditentukan oleh penjual dan pembeli.

Ada 5 konsep tentang pemasaran, diantaranya sebagai berikut :

  1. Production concept ( konsep produksi)

Konsep ini meggunakan konsep produksi barang sebanyak-banyaknya, tempat yang strategis dan berada dimana-mana.
  1. Production

Konsep ini berorientasi pada prodak yang diproduksi, sehingga kemasan produk tersebut dipercantik sehingga orang tertarik memilikinya.

  1. Selling concept (konsep penjualan)
Konsep pemasaran yang menggunakan cara dengan menjual barang atau produk dengan skala yang terbesar atau terpenuhi dalam satu tempat, sehingga memudahkan pelanggan dalam membeli sebuah produk yang dicari dan diinginkan, contoh : Carrefour dan supermarket besar lainnya.
4.   Marketing concept
Konsep pemasaran yang menggunakan cara memasarkan barang meskipun tanpa membawa produknya terlebih dahulu, hanya membawa contoh gambar atau berupa catalog contoh : MLM, Oriflame
5.   Social marketing
Konsep pemasaran yang menggunakan cara pemasaran agar semua untung (pedagang, pelanggan, bahkan lingkungan), contoh : Aqua yang mempromosikan bahwa air yang diproduksi aman dan membantu perairan di daerah Papua.


Feby Sukma Avianti
MP Non regular 09